Filosofi Teras PDF By Henry Manampiring In Indonesian

‘Filosofi Teras’ PDF Quick download link is given at the bottom of this article. You can see the PDF demo, size of the PDF, page numbers, and direct download Free PDF of ‘Buku Filosofi Teras’ using the download button.

Filosofi Teras Book PDF Free Download

BAB SATU: Survei Khawatir Nasional

D i bulan November 2017, saat saya sedang mempelajari Filosofi Teras, saya terpikir untuk mencari tahu apakah orang-orang lain juga merasa khawatir mengenai hidupnya melalui riset (baca: kepo ilmiah).

Saya kemudian membuat Survei Khawatir Nasional secara online.

Survei Khawatir Nasional dilakukan selama seminggu dengan rentang waktu tanggal 11-18 November 2017, jumlah responden sebanyak 3.634 responden, dan komposisi responden 70% perempuan.

Sebagai catatan metodologi, karena survei ini dilakukan secara online dan disebarkan secara organik (sukarela) di media sosial, maka hasilnya tidak bisa dianggap mewakili keseluruhan populasi, karena pemilihan sampel tidak acak Irandom).

Dalam bahasa awam, hasil dari survei ini hanya mewakili responden survei ini saja dan tidak bisa serta merta dianggap mewakili populasi umum.

Survei ini menanyakan tingkat kekhawatiran responden terhadap kehidupan secara umum dan beberapa aspek hidup yang umum bagi generasi milenial, yaitu mereka yang dilahirkan antara tahun 1980-2000.

Ini artinya, di tahun 2018, penduduk milenial tertua berusia 38 tahun (sudah ada yang menikah dan menjadi orang tua), dan termuda berusia 18 tahun (usia mulai kuliah/bekerja).

Karenanya, Survei Khawatir Nasional ini juga menanyakan tingkat kekhawatiran di beberapa aspek hidup yang dirasa relevan, yaitu sekolah/studi, relationship. pekerjaan/bisnis, sampai topik yang lebih besar seperti kondisi sosial politik di Indonesia.

Pertanyaan mengenai rasa khawatir selalu menggunakan skala 4-poin, yaitu sangat tidak khawatir, tidak khawatir, sedikit khawatir, sangat khawatir. Skala ganjil dihindari untuk menghindari kebiasaan banyak orang memilih “tengah-tengah saja”.

Bagaimana hasilnya?

a. Ketika ditanyakan mengenai tingkat kekhawatiran tentang hidup secara keseluruhan saat ini, hasilnya adalah 63% (hampir dua dari tiga responden) mengaku merasa “lumayan khawatir/sangat khawatir” tentang hidup secara umum.

b. Dari responden yang masih bersekolah/kuliah, separuhnya (53%) merasa khawatir dengan pendidikan mereka. Tiga penyebab kekhawatiran tertinggi adalah tugas/paper yang tidak lancar, hilangnya motivasi belajar, dan nilai jelek/tidak lulus. “Biaya” ada di urutan keempat, dipilih oleh seperempat dari mereka yang khawatir mengenai pendidikan mereka.

C. Untuk responden yang berada di dalam relationship (pacaran/menikah), mereka yang mengaku “agak khawatir” dan “sangat khawatir” mengenai hubungan mereka ternyata minoritas dengan persentase 30%. Ini artinya, mereka yang tidak khawatir mengenai relationship (pacaran/pernikahan) lebih banyak dari yang merasa khawatir.

d. Bagi mereka yang merasa khawatir soal relationship mereka, tiga kekhawatiran utama adalah:

  1. Relationship mau dibawa ke manaa? [Udah kayak lagu aja).

ii. Relationship yang terasa sudah hambar.

iii. Pasangan selingkuh, sangat dekat dengan pilihan keempat, yaitu “hubungan tidak direstui orang tua”.

The Cost of Worrying-.

Berdasarkan Survei Khawatir Nasional, ada lebih banyak orang yang merasa khawatir di dalam hidup ini, dengan dua dari tiga responden merasa khawatir secara umum.

Aspek hidup yang berbeda memiliki tingkat kekhawatiran yang berbeda pula. Relationship ternyata tidak menjadi sumber kekhawatiran tertinggi, sementara peran menjadi orang tua dan keuangan cukup menjadi kekhawatiran.

Di luar kehidupan pribadi, kondisi sosial politik Indonesia juga sesuatu yang sangat dikhawatirkan.

So what? Mungkin kamu berpikir, tidakkah kekhawatiran akan hidup itu normal?

Intisari Wawancara dengan Dr. Andri:

Kondisi psikis berkaitan dengan kesehatan tubuh kita.

Jika dalam keseharian kita terbiasa hidup dengan cemas dan stres untuk jangka waktu panjang, maka tubuh juga beradaptasi dalam rentang waktu tersebut.

Bukan situasi penyebab stresnya yang menjadi masalah, tetapi persepsi kita akan situasi tersebut. Manajemen cemas = manajemen persepsi.

Dengan media sosial, kita mengalami banjir informasi yang belum tentu benar. Ini bisa menambah kekhawatiran.

BAB DUA: Sebuah Filosofi yang Realistis

D ulu, saya sering kagum, dan iri, pada teman-teman yang punya kepribadian ceria, ekstrover, dan rasanya hidupnya tidak ada masalah.

Rasanya setiap bertemu mereka, senyum, canda dan tawa selalu mengelilingi keseharian mereka. Ini sungguh kontras dengan penampakan saya yang selalu digambarkan ‘terlalu serius. Jika berjalan saja saya sering menundukkan kepala.

Karenanya dulu saya terkadang memikirkan bagaimana mengubah kepribadian saya. Bagi saya, seseorang yang ‘bahagia” harus seperti teman-teman saya tadi, selalu tampak tersenyum dan tertawa.

Bisa ditebak, usaha mengubah kepribadian ini gagal total. ‘Cetakan saya sudah seperti ini. Saya mulai terpikir, bisakah saya “bahagia” tanpa mengubah kepribadian asli saya?

The Problem with Positive Thinking

Setelah membaca hasil Survei Khawatir Nasional dan mendengarkan penjelasan Dr. Andri, saya jadi berpikir bahwa kekhawatiran sehari-hari bukanlah sebuah kondisi yang bisa dianggap remeh.

Selain membuat kita jadi sulit merasakan damai, ada risiko lain yaitu ancaman atas kesehatan fisik kita sendiri. Terus, bagaimana dong solusinya? Adakah cara mengatasi kekhawatiran sehari-hari dan juga emosi negatif lainnya?

Saya dikenal memiliki karakter yang pesimis dan sering kali berpikiran negatif. Ketika berkumpul dengan teman-teman atau keluarga, lalu ada yang mengusulkan ide untuk bersenang-senang, saya pasti mampu melihat semua kemungkinan buruk yang bisa terjadi dari ide tersebut.

Yuk kita main ke tempat paling gaul saat ini! /saya: Ah males, nanti sudah capek mengantri gak dapet tempat].

Yuk jalan-jalan ke luar kota! Isaya: Ah nanti macet, hanya capek saja jadinya]. Yup, bisa terbayang kan betapa populernya saya di pertemanan?

AuthorHenry Manampiring
Language Indonesian
No. of Pages355
PDF Size4.3 MB
CategoryPhilosophy
Source/Creditsdoku.pub

Buku Filosofi Teras Book PDF Free Download

Leave a Comment

Your email address will not be published.